Masih Buka Kesempatan Pendaftaran Kok…!

Masih ingat acara Seminar Nasional “Ajubinun” dan Bedah Novel RKS yang bakal tayang tanggal 3 April secara live di Graha Serambi Mekkah? Pada pengumuman sebelumnya, disebutkan bahwa pendaftaran ditutup 2×24 jam sebelum hari H. Hal ini disebabkan panitia akan mempersiapkan diri secara untuk tanggal  3 april. Trus bagaimana kalau yang masih ragu-ragu buat ikutan? Hello, jangan ragu. Jika memungkinkan, datang saja langsung pada hari H, pukul 08.00. Pendaftaran akan kembali dibuka pada tanggal tersebut di lokasi acara, Graha Serambi Mekkah Padangpanjang.

Acara ini Insya Allah diramaikan dengan beragam rentetan jadwal yang menarik. Berikut susunan acaranya:

1. 08.00-09.00: Pendaftaran ulang dan bagi-bagi seminar kit. Termasuk bagi-bagi novel bagi yang belum mendapatkannya.

2. 09.00-09.30: Pembukaan –> oleh Ketua Panitia, Walikota/yang mewakili, dan kepala Dinas Pendidikan Padangpanjang

3. 09.30- 09.45: Penyerahan Novel RKS secara simbolis oleh Muhammad Subhan, si pengarang, kepada tamu VIP (senangnya…)

4. 09.45-10.00: Penampilan lagu “Ode Rinai Kabut Singgalang” oleh Om Jujur dari Padangpanjang

5.  10.00-11.30: Bedah Novel Rinai Kabut Singgalang. Ada “Mas Gola Gong” dan “Bang Arafat Nur” yang akan membedah novel karya Muhammad Subhan ini dari dua sisi. Bang Arafat Nur sangat kritis di bidang sastra, sedangkan Mas Gola Gong memiliki kepawaian dalam memotivasi. Selain itu, pengarang novel, Muhammad Subhan bakal ikut menguliti novelnya nih…

6. 11.30-12.00: sesi tanya jawab

7. 12.00-13.00: Shalat dan makan (jika ada yang mau jepret-jepret juga boleh)

8. 13.00-13.15: Penampilan Puisi dari Tiara, seorang siswa yang piawai membaca puisi.

9. 13.15 sampai selesai: Seminar Nasional ‘Ajubinun’. Insya Allah akan tampil Mas Gola Gong dan Bang Arafat Nur. So, siap-siap untuk menerima ajian sakti menulis novel dengan lancar tanpa efek samping  yang merugikan. Di sela-sela sesi ini, Om Jujur akan menyanyikan lagu lain yang terinspirasi dari novel RKS.

Nah… begitulah rancangan susunan acara pada hari Minggu nanti. Belum termasuk di dalamnya acara bagi-bagi doorprize, berupa buku dan lain-lain. Di sana sini, juga bakal digelar stand buku dan stand makanan. hehe, dijamin ngiler deh…

So, tunggu apa lagi!

Semoga pengumuman ini bermanfaat, ^_^

Regards

MP/RP

Follow Rumah Permata on Twitter Now!

Salam! Sobat Rumah Permata!

Mungkin, sobat semua ingin tau tentang Rumah Permata.  Apalagi Rumah Permata Event Organizer sekarang disebut-sebut akan mengangkatkan sebuah acara Seminar Nasional “Aku Juga Bisa Nulis Novel”.

Di blog ini, Sobat bisa membaca profil dari Rumah Permata. Mulai dari latar belakang berdirinya hingga klasifikasi Rumah Permata (dari motonya saja sudah ketahuan, kalau kita adalah komunitas sastra yang beraglomerasi di Padagpanjang).

Namun, sekarang, sobat bisa komunikasi langsung dengan Rumah Permata di Twitter. Seperti namanya, kita bisa ber’kicau’ di sana. Serbulah kami dengan pertanyaan dan masukan. Khususnya untuk acara Seminar Nasional “Aku Juga Bisa Nulis Novel” dan bedah buku RKS. Insya Allah, kita akan bagi-bagi kabar terbaru tentang perkembangan acara di sana.

Follow saja @RumahPermata

Let’s Twitting…

SEMINAR NASIONAL “Aku Juga Bisa Nulis Novel” DAN BEDAH NOVEL “Rinai Kabut Singgalang” (RKS)

Rumah Permata Event Organizer mempersembahkan:

Nama  Acara : Bedah Novel “Rinai Kabut Singgalang” (RKS)  Karya Muhammad Subhan Seorang Wartawan Sumatera Barat dan Seminar “Aku Juga Bisa Nulis Novel (Ajubinun)”

Pelaksanaan : Insya Allah, Ahad, 3 April 2011, di Graha Serambi Mekkah Padang Panjang

NARASUMBER

GOLA GONG (Heri Hendrayana Harris), Gola Gong telah menulis lebih dari 25 novel dan ratusan skenario film. Selain itu cerita-cerita pendeknya juga terdapat di berbagai antologi. Beberapa dari novelnya adalah Balada Si Roy, Kupu-Kupu Pelangi, Kepada-Mu Aku Bersimpuh,Biarkan Aku Jadi Milik-Mu, Lewat Tengah Malam (adaptasi dari film 2007 berjudul sama bersama Ibnu Adam Aviciena) dan lain-lain. Gola Gong menuai penghargaan tingkat nasional XL Indonesia Berprestasi Award 2008 untuk Kategori Pendidikan atas kerja kerasnya membangun rumah dunia, dan banyak penghargaan lainnya.

ARAFAT NURsastrawan muda (37 tahun) dari Aceh. Novel bertajuk Lampuki karyanya terpilih sebagai pemenang unggulan lomba Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), sebuah sayembara sastra bergengsi tingkat nasional 2010-2011. Selain itu, Arafat banyak menulis puisi, cerpen dan opini di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya sempat tampil di Nova, Media Indonesia, Waspada, Analisa, Serambi Indonesia, Aceh Ekspres, Kiprah, al-Khabar, Rajapost dan Gema Eksekutif. Telah menerbitkan sekitar tujuh novel semenjak 2005.


Menu Tambahan       : Penampilan dari Muhammad jujur membawakan single terbarunya “Ode Rinai Kabut Singgalang” (lirik terinspirasi dari novel RKS), bazar buku dan lain-lain.

Fasilitas: Satu Novel RKS,  Sertifikat, Makan Siang, Snack, Seminar kit dan Doorprize

Tiket masuk: Pelajar SMU/mahasiswa: Rp80.000.- , Umum: Rp.90.000

Tersedia Tiga Cara Pendaftaran:

  • Pendaftaran langsung ke Posko Pendaftaran: KURSUS BACAANKU, Jl. Hamka arah Terminal Busur Padang Panjang.
  • Pendaftaran online:  (1) Download FORMULIR PENDAFTARAN, (2) Kirimkan formulir pendaftaran dan hasil scan bukti pembayaran insert dari Bank/kantor pos ke email: rumahpermata@ymail.com

Formulir dapat di download juga di www.korandigital.com, formulir boleh diperbanyak.

  • Pendaftaran via SMS: (Format : NAMA_ALAMAT_UMUR)   ke:Mita 083181534823/081266223032 dan Amy 081977555568

Insert ditransfer (untuk pendaftar online dan  sms) melalui BANK MUAMALAT/via Kantor Pos ke: No. Rek. Bank Muamalat : 919 2455599 a/n : RAHMI ALNADRA

Peserta yang telah membayar, dapat mengambil langsung tiket masuk dan Novel RKS di Posko Pendaftaran (menunjukkan bukti transfer Bank bagi pendaftar online dan via SMS).

TEMPAT TERBATAS, PENDAFTARAN DITUTUP 2×24 JAM SEBELUM ACARA (beneran, ga’ bohong).

 

MENYAHABATKAN SAHABAT

Oleh Meiriza Paramita

Persahabatan adalah sebuah karya rajutan yang dihiasi dengan berbagai motif yang indah. Rajutan, karena disusun dari gulungan demi gulungan wol yang diurai, ia menjadi sangat rentan. Berbagai ancaman dari luar dapat mencederainya. Sebut saja ngengat-ngengat penggemar benang, kumbang-kumbang kecil, kutu, ulat, bahkan api.

Namun, ancaman dari dalam sering lebih berbahaya. Ancaman tersebut berasal dari benang sendiri. Seberapa pun semangatnya sang perajut untuk merajut, namun bila benang wolnya memang rapuh, tentu sang perajut akan sulit untuk merajut.

Dalam persahabatan, seseorang ibarat segulungan benang wol. Jika dia bertemu dengan orang lain dan saling tertarik, maka, sedikit demi sedikit, dengan bantuan waktu, mereka akan membentuk sebuah rajutan. Seperti itu juga sahabat. Kumpulan dua orang atau lebih yang sedang berduka dan saling berempati, dapat saling berkait dan menjadi sebuah ikatan terindah yang tak terlupakan. Saat-saat bersama dan saling mengisi ketika duka, saat bersama merasakan indahnya matahari tenggelam, atau saat menanti matahari terbit. Kejadian itu akan terus menjadi gambar motif mempesona yang menghiasi sebuah rajutan.

Namun, tak semudah itu membuat benang wol menjadi sebuah rajutan cantik. Tak semudah itu mempertahankan sebuah ikatan persahabatan. Seringkali, benang rapuh dan genting ada di tengah. Ketika sedang asyik merajut, tiba-tiba terputus.

Saat itu, semua berjalan sendiri-sendiri. Jika ada harapan, rajutan akan dilanjutkan dengan membuhul ujung-ujung terakhir agar benang kembali menyatu. Lalu, bagaimana kalau tiba-tiba gulungan benang itu menggelinding dan jatuh ke dalam tempat yang tak mungkin dijangkau? Atau tiba-tiba benang-benang yang tersisa malah kusut dan semakin kusut masai?

Benang-benang rapuh dan genting bersumber dari keadaan si ‘komunikasi’ dalam persahabatan. Komunikasi yang lancar dan jelas merupakan benang yang teramat kuat. Sedangkan komunikasi yang sering terputus—atau diputuskan, tak ada keinginan untuk saling mendengarkan, mulai dikuasai ego, membuat persahabatan semakin rapuh. Padahal, sepotong rajutan nan elok yang telah dibuat sebelumnya belum lagi utuh. Kenangan pun tinggal kenangan.

Menjadi sebuah benang rapuh dalam rajutan sungguh menyedihkan. Sebab, akibat ‘dia’, semua menjadi kacau balau. ‘Dia’ kehilangan kemampuan untuk menyatu dengan sahabatnnya. Sang sahabat pun takkan pernah ingin saling mengikat kembali. Jangankan untuk bertemu, mendengar suaranya pun tak mau. Sebuah persahabatan yang berakhir benci.

Oleh sebab itu, jika engkau adalah orang yang saat ini tengah terikat dengan benang persahabatan, jangan sampai rapuh.  Perlakukanlah sahabatmu sebagai ‘sahabat’. Tentu engkau ingin membuat sebuah karya rajutan terindah sepanjang hayatmu. Kehangatannya takkan tertandingi karena di sana tersimpan kekuatan cinta dan persaudaraan.

Sikap terlalu acuh tak acuh dan mementingkan ambisi seringkali membuat orang mengabaikan kekuatan persahabatan. Ketika itu, sering orang tidak menyadari, sahabatlah yang menopangnya. Suatu saat, ketika dia, si sahabat merasa jenuh dan menghilang, saat itulah semua tinggal ‘kesendirian’ dan ketidakberdayaan’. Sungguh, engkau pasti tidak akan pernah mau merasakannya.

Padang Panjang, 22 Mei 2009

Terima Kasih Buat Resita Mukhtar

BEDAH NOVEL “Rinai Kabut Singgalang” (RKS) DAN SEMINAR NASIONAL “Aku Juga Bisa Nulis Novel”

Rumah Permata Event Organizer mempersembahkan:

Nama  Acara : Bedah Novel “Rinai Kabut Singgalang” (RKS)  Karya Muhammad Subhan Seorang Wartawan Sumatera Barat dan Seminar “Aku Juga Bisa Nulis Novel (Ajubinun)”

Pelaksanaan : Insya Allah, Ahad, 3 April 2011, di Graha Serambi Mekkah Padang Panjang

NARASUMBER

GOLA GONG (Heri Hendrayana Harris), Gola Gong telah menulis lebih dari 25 novel dan ratusan skenario film. Selain itu cerita-cerita pendeknya juga terdapat di berbagai antologi. Beberapa dari novelnya adalah Balada Si Roy, Kupu-Kupu Pelangi, Kepada-Mu Aku Bersimpuh, Biarkan Aku Jadi Milik-Mu, Lewat Tengah Malam (adaptasi dari film 2007 berjudul sama bersama Ibnu Adam Aviciena) dan lain-lain. Gola Gong menuai penghargaan tingkat nasional XL Indonesia Berprestasi Award 2008 untuk Kategori Pendidikan atas kerja kerasnya membangun rumah dunia, dan banyak penghargaan lainnya.

ARAFAT NUR sastrawan muda (37 tahun) dari Aceh. Novel bertajuk Lampuki karyanya terpilih sebagai pemenang unggulan lomba Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), sebuah sayembara sastra bergengsi tingkat nasional 2010-2011. Selain itu, Arafat banyak menulis puisi, cerpen dan opini di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya sempat tampil di Nova, Media Indonesia, Waspada, Analisa, Serambi Indonesia, Aceh Ekspres, Kiprah, al-Khabar, Rajapost dan Gema Eksekutif. Telah menerbitkan sekitar tujuh novel semenjak 2005.


Menu Tambahan       : Penampilan dari Muhammad jujur membawakan single terbarunya “Ode Rinai Kabut Singgalang” (lirik terinspirasi dari novel RKS), bazar buku dan lain-lain.

Fasilitas: Satu Novel RKS,  Sertifikat, Makan Siang, Snack, Seminar kit dan Doorprize

Tiket masuk: Pelajar SMU/mahasiswa: Rp80.000.- , Umum: Rp.90.000

Tersedia Tiga Cara Pendaftaran:

  • Pendaftaran langsung ke Posko Pendaftaran: KURSUS BACAANKU, Jl. Hamka arah Terminal Busur Padang Panjang.
  • Pendaftaran online:  (1) Download FORMULIR PENDAFTARAN, (2) Kirimkan formulir pendaftaran dan hasil scan bukti pembayaran insert dari Bank/kantor pos ke email: rumahpermata@ymail.com

Formulir dapat di download juga di www.korandigital.com, formulir boleh diperbanyak.

  • Pendaftaran via SMS: (Format : NAMA_ALAMAT_UMUR)   ke: Mita 083181534823/081266223032 dan Amy 081977555568

Insert ditransfer (untuk pendaftar online dan  sms) melalui BANK MUAMALAT/via Kantor Pos ke: No. Rek. Bank Muamalat : 919 2455599 a/n : RAHMI ALNADRA

Peserta yang telah membayar, dapat mengambil langsung tiket masuk dan Novel RKS di Posko Pendaftaran (menunjukkan bukti transfer Bank bagi pendaftar online dan via SMS).

TEMPAT TERBATAS, PENDAFTARAN DITUTUP 2×24 JAM SEBELUM ACARA (beneran, ga’ bohong).

DIALOG CAHAYA


Oleh Meiriza Paramita

Kutanya
Apakah engkau sedia dibalut cahaya kerlap kerlip bintang?
Sedang bulan bulat terapung di awang
Sinarnya menelan kerlap-kerlip bintang
Kutanya
Apakah engkau sedia bermantelkan sinar putih bulan?
Mungkin, tapi bulan sering mati. Tak bulat kekal
Sedangkan ia tiada daya untuk bertahan
Kutanya
Apakah engkau sedia bercahaya silau mentari?
Tentu, tapi cahayanya tak azali. Ia tetap lemah pada petang
Lalu Kau menggenggam tanganku, terasa bagiku setiap sudut jemariMu
Kutanya
Apakah itu keindahan, apakah itu kekuatan?
Keindahan adalah sinar yang tetap bercahaya
Kekuatan adalah jemari demi jemari yang bertaut
_______kumengerti, keindahan dan kekuatan tak hanya ada di sana,
_______di ujung horison atau di kerak laut berhiaskan mutiara

Sabili Januari 2011

Utopia Puyuh

Oleh Meiriza Paramita

Seekor puyuh menanti di bibir senja
Menunggu kepak bersambut riuh
di lengkungan horison yang semakin temaram.
Matanya menukil setiap siluet-
hitam melayang dari batas ufuk.
sampai bundaran jingga itu luruh
pula, setiap awan merah turut tersedot
benang merah telah berganti hitam.
Dedaunan pun mengerjainya, berkata: Puyuh
tak perlu patetik, takkan muncul pelita dari barat.
Belumkah kau dengar, laut mematikan
semua cahaya di barat?
Ia acuh hanya melagu di hati, lagu sendu
Seekor kunang-kunang mendekap dadanya:
Aduhai, burung bertelur belang, tunggulah
Pagi akan mengantar mereka pulang
Akan kutemani engkau sambil kukerat daun-daun konyol itu
___Desiran rindu,
Puyuh menanti kala cakrawala mulai biru temaram.
Di tiang menara masjid yang tertunduk lesu:
Timur, tak terbersit aman, banjir.
Namun teruslah menunggu,
kawankan aku, telah bertahun-tahun menunggu
rumah megah di sampingku penuh, di kala subuh.
___Bumi di puncak panas,
hendakkah pamit pada menara?
Puyuh menanti, tanpa gamang.
Berdua dengan menara mesjid.
Serempak mereka menangkap
semua pesan yang dilayangkan angin,
dan gemuruh air hujan tiba-tiba
___ “Timur telah ditenggelamkan air. Pula utara, selatan pula.”
___ “Kulihat kau berada di balik jeruji, di tengah pulau seberang.”
___ “Gemuruh dari tanah, gemuruh dari laut, gemuruh dari udara!”
Puyuh memandang sudut mata menara mesjid,
Menunggu gemuruh. Menekan rindu.
“Aku benar-benar ingin mencobakan sujud,”
Menara masjid merengek.

Majalah Sabili Januari 2011

Persiapan Bedah Novel

Assalamualaikum…. Salam kenal

Waaah… baru pertama kenalan, eh, kita langsung kasih info lho….

Pertama, sebuah komunitas sastra baru saja lahir. Bukan komunitas biasa, namun komunitas sastra yang dikhususkan untuk muslimah. So, yang diluar itu, sepertinya belum diizinkan masuk sama empunya.

But, yang tidak termasuk kategori itu, tidak perlu merasa tersisihkan. Soalnya, komunitas ini tidak hanya menjalankan aktivitas ke dalam saja. Ada banyak agenda untuk meningkatkan perhatian masyarakat ke dunia sastra.

Satu kegiatan lepas landasnya adalah bedah novel Rinai Kabut Singgalang yang dikarang Muhammad Subhan. Muhammad Subhan, mantan wartawan Koran Haluan, yang sekarang bermukim di Padangpanjang, memang sudah cukup lama terjun di dunia tulis menulis. So, coba baca deh, Rinai kabut Singgalang. Benar-benar mengakrabi suasana kontur dan wilayah Sumatera Barat pada tahun 70-an.

Kisah dalam Rinai Kabut Singgalang akan kami tampilkan di postingan yang lain. Sekarang, kami sedang membuat persiapan untuk membedah novel ini.

Rasanya, hari-hari berjalan begitu lambat. Jadwal Bedah Novel yang telah kami tetapkan adalah 20 Maret. Panitia telah dibentuk. Surat hampir disebar.Kami berdebar-debar.

Insya Allah, acara akan didesain semaksimal mungkin sehingga menarik. Tema yang diangkatkan tentu tema natural. Deg-degan nih, mau desain… mau promosi, mau nyebar proposal… doakan yah, semoga semua lancar

Hanya ridha Allah yang paling kami harapkan.